Selasa, 09 Februari 2016

Guratan kecil di layar handphone ku

Rancu.

sepertinya aku begitu rancu memaknai hidup ini, Tuhan.
hidup di dunia yang katanya sulit di tafsiri ini.
sepertinya aku terlalu menikmati ke-fana-an ini.
meski Kau memelukku dengan nikmat serta tamparan yang seharusnya menyadarkan, entah mengapa aku tak menggubrisnya.
ada apa denganku Tuhan? mengapa begitu jauh dari-Mu.
apa karena banyak yang mengalihkan perhatianku dari-Mu?
yang semu-menyemukan?
yang tak pasti.
tampar aku Tuhan. tampar..
agar gemuruh dalam dadaku tenang.


Pulang.

kau tahu, pulang selalu memberikan kesempatan untuk kembali.


Datang-Pergi

orang-orang yang kini hadir dalam kehidupanmu, mereka seakan gambaran orang yang ada di masa lalumu atau bertemu kembali di masa depanmu. meskipun tidak dengan orang yang sama.


Mu(lut)al

akhir-akhir ini. mulutku lebih banyak mengeluarkan kata-kata. tapi aku merasa seperti banyak berbual.
enek. mual rasanya mencecap mulut sendiri.

Tangis.

sudah lama aku tidak menangis.
Tuhan memang Maha Tahu. hari ini. hari dikhususkannya aku menangis sejadi-jadinya rintihan jiwaku.

Kereta.
semua orang sibuk dengan gadget nya masing-masing.
mengetik dengan sibuknya kata perkata yang akan dikirimkan sebagai balasannya.
namun, aku masih bercakap-cakap ria dengan hatiku sendiri.
atau ruh-ku. yang beberapa hari ini mengajakku membahas lebih dalam tentang rindu dan kesepian ku kepada Tuhan.

Pembunuh.
kau tahu, pembunuh paling jahat adalah diriku sendiri.
karena ia harus membunuh setiap rasa- bahkan dahsyatnya rindu yang tak bertuah.


Jawaban dari Keresahan.

tak ada lagi tulisan yang membualiku.
tapi kini aku paham.
itulah jawaban atas segala kegelisahanku selama ini.
jawaban bahwa ia memang semu-menyemukan. dan tak akan pernah nyata.
sekalipun aku berusaha membenarkan-itu tak akan pernah benar. sedikitpun!
aku sudah memiliki jawabannya. malam ini.
aku harus menutup rapat- menjaga kesetiaanku-harus!

Pelukan.

aku memang harus memeluk semua kenangan menyakitkan itu. harus.
agar damai hatiku. aku tak akan melupakan. aku akan selalu memeluknya. 
 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar